Canonical Checker — Validasi Tag rel=canonical URL
Canonical Checker mengambil sebuah URL dan menampilkan nilai tag
<link rel="canonical"> yang ada di dalam HTML-nya. Tag
canonical memberi tahu Google halaman mana yang dianggap "resmi" ketika ada
beberapa URL dengan konten mirip (mis. parameter UTM, varian filter, versi
HTTPS vs HTTP). Salah konfigurasi canonical bisa membuat halaman penting tidak
ter-index atau peringkat halaman yang seharusnya unggul jadi diserap oleh URL lain.
Canonical akan muncul di sini...
Cara menggunakan Canonical Checker
Masukkan URL absolut yang ingin diperiksa (mis. https://galih.us/tools/canonical-checker).
Klik CEK CANONICAL. Tool akan mengambil HTML halaman dan mendeteksi tag canonical.
Bandingkan hasilnya dengan URL yang Anda masukkan — idealnya sama atau menunjuk versi master.
Aturan canonical yang sehat
Self-referencing — tiap halaman wajib punya canonical menunjuk dirinya sendiri.
Absolut — gunakan URL lengkap dengan skema https, bukan relative.
Konsisten — pastikan satu varian (trailing slash atau bukan, www atau non-www).
Tidak menunjuk URL noindex — Google akan mengabaikan canonical seperti ini.
Cross-domain dibolehkan untuk syndicated content yang ingin diasosiasikan ke sumber asli.
Kapan tool ini berguna?
Migrasi domain/HTTPS — pastikan canonical sudah menunjuk URL baru.
E-commerce — cek halaman varian produk dan filter agar tidak duplikat.
Audit teknikal SEO sebelum sumbit ke Search Console.